TUGAS BAHASA INDONESIA 4

Tema   : profitabilitas peruahaan

Tujuan : meningkatkan profitabilitas perusahaan

1. Analisis Rasio

            1.1 Pengertian Analisis Rasio

             Analisis dan interpretasi rasio dapat memberikan  pandangan yang lebih baik tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan bagi para analis yang ahli dan berpengalaman, dibandingkan analisis yang hanya didasarkan atas data keuangan sendiri-sendiri yang tidak berbentuk rasio.

            1.2 Keunggulan Analisis Rasio           

Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain. Hal-hal tersebutlah yang menekankan penghitungan rasio mudah diinterprestasikan dan juga sebagai alat prediksi perusahaan.

            1.3 Keterbatasan Analisis Rasio

Analisis Rasio juga memiliki keterbatasan dalam penghitangan  profitabilitas dikarenakan kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya. Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron. Namun walaupun demikian, analisis rasio tetap merupakan alat yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam membantu kita mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan.

2. Return Of Investments (ROI)

            2.1 Pengertian ROI

Salah satu rasio dalam profitabilitas adalah Return On Investment (ROI), yang menggambarkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto.

            2.2 Pengukuran ROI

Semakin tinggi ROI yang dicapai suatu perusahaan menggambarkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modal kerja atau aktiva secara efisien dan efektif.

3. Modal Kerja

            3.1 Pengertian Modal Kerja

Dalam operasinya, perusahaan selalu membutuhkan dana harian misalnya untuk membeli bahan mentah, membayar gaji karyawan, rekening listrik, biaya transportasi, hutang dan sebagainya. Dana yang dialokasikan tersebut diharapkan akan diterima kembali dari hasil penjualan produk yang dihasilkan dalam waktu yang tidak lama (kurang dari satu tahun). Uang yang diterima tersebut dipergunakan lagi untuk kegiatan operasi selanjutnya, dan seterusnya dana tersebut berputar selama perusahaan masih beroperasi.

3.2 Konsep Modal Kerja

            3.2.1 Konsep Kuantitatif

                        Modal kerja menurut konsep ini adalah jumlah keseluruhan aktiva            lancar yang disebut juga modal kerja bruto (gross working capital). Elemen-                     elemen modal kerja ini meliputi kas, sekuritas (surat-surat berharga), piutang                   dan persediaan.

                        3.2.2 Konsep Kualitatif

                   Pada konsep ini modal kerja dihubungkan dengan besarnya hutang            lancar atau hutang yang harus segera dilunasi. Sebagian aktiva lancar        dipergunakan untuk melunasi hutang lancar seperti hutang dagang, hutang     wesel, hutang pajak, dan sebagian lagi benar-benar dipergunakan untuk            membelanjai kegiatan operasi perusahaan. Dengan demikian modal kerja           menurut konsep kualitatif merupakan kelebihan aktiva lancar di atas hutang        lancar yang disebut juga modal kerja neto (net working capital).

       3.2.3 Konsep Fungsional

                   Konsep fungsional mendasarkan pada fungsi dan yang digunakan   untuk memperoleh pendapatan (income), baik pendapatan saat ini (current            income) maupun pendapatan di masa yang akan datang (future income).             Konsep modal kerja fungsional merupakan konsep mengenai modal kerja      yang digunakan untuk menghasilkan current income.

 

 

4. Kas

            4.1 Pengertian Kas

                        Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (paling     likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi. Transaksi tersebut            misalnya untuk pembayaran gaji pekerja, membeli aktiva tetap, membayar hutang dan        dividen serta transaksi lain yang diperlukan perusahaan.

            4.2 Aliran Kas Masuk dan Kas Keluar

                        Kas yang dibutuhkan perusahaan baik digunakan untuk operasi perusahaan          sehari-hari (dalam bentuk modal kerja) maupun untuk pembelian aktiva tetap memiliki sifat             kontinyu dan tidak kontinyu. Kebutuhan kas yang terus-menerus (kontinyu) seperti untuk        pembelian bahan baku dan bahan pembantu, membayar gaji, membeli supplies kantor dan    sebagainya. Sedangkan kebutuhan kas yang tidak kontinyu atau tidak rutin seperti        kebutuhan kas untuk pembelian aktiva tetap, pembayaran angsuran hutang, dividen, pajak,             dan sebagainya. Kebutuhan kas untuk pembayaran-pembayaran tersebut di atas merupakan             aliran kas keluar (cash outflow) atau termasuk dalam pembelanjaan aktif.

           

            4.4 Persediaan Kas Minimal

                        Ketersediaan kas dalam perusahaan adalah mutlak. Perusahaan harus memiliki   persediaan kas minimal yang harus ada atau disebut dengan persediaan besi (safety cash).          Semakin besar kas, maka makin tinggi likuiditasnya, tetapi kas yang terlalu besar berakibat             pemanfaatan kas kurang efisien karena kas menganggur dan tidak menghasilkan keuntungan    sehingga profitabilitas rendah.

 

Nama  : Danny Sulistiyano Putra

NPM    : 21210683

Kelas    : 3 EB 06

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s